<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7059533517163707902</id><updated>2011-09-02T09:11:32.329-07:00</updated><category term='Motivation Words'/><category term='Introduction'/><category term='Kebodohan'/><category term='Harapan'/><category term='Renungan'/><category term='Penyesalan'/><category term='Kesombongan'/><category term='Konflik'/><category term='Bermimpi'/><title type='text'>Sastra Widya Sanjung Ke Pasak Bila Terbang Wan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7059533517163707902/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Bestori Gultom</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7059533517163707902.post-6858104993528506714</id><published>2010-12-06T06:32:00.000-08:00</published><updated>2010-12-06T06:32:34.405-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Mempermainkan Waktu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak mengenal adanya kesibukan yang diawali pada masa-masa SD saya tidak pernah memikirkan berjalannya waktu. Kehidupanku kujalani tampa melihat sang pengatur jadwal kehidupan manusia. Fungsinya sebagai pengukur masa pun hanya kuanggap sebagai perhiasan di tangan kecilku. Seiring dewasa manfaat sang waktu ini kian kurasakan. terjepit dalam suasana kesibukan sering membuatku kurang memanfaatkan waktu yang diberikan Tuhan setiap harinya kepadaku. Sungguh memalukan sebagai orang yang mempunyai niat untuk bekerja keras tidak pernah memanfaatkan waktu serta belajar dari kesalahan yang sama melainkan hanya diam menunggu waktu berjalan pergi tidak kembali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat-saat masa stress seperti sekarang ini keberadaan waktu serta manfaatnya kian kurasakan penting mengingat banyak sekali pekerjaan yang harus kukerjakan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, aku tak tahu harus bagaimana mengatur semuanya agar berjalan dengan baik dengan waktu yang singkat tersebut. Bukan hanya itu yang harus juga saya fikirkan bagaimana semua pekerjaan tersebut dilakukan dengan baik sehingga mendapatkan hasil yang baik pula. Fikiran yang yang tidak tenang ditambah engan pekerjaan yang menumpuk menjadikan diriku berbalik malas untuk bekerja,tenaga dan fikiranku habis hanya untuk memikirkan masalah-masalah yang menumpuk tersebut dan tidak memikirkan bagaimana solusi jalan keluarnya, sangat menyedihkan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sikapku yang bermalasan ini seakan melakukan suatu permainan dengan sang waktu. Aku terperangkap dengan waktu luang yang sebenarnya bukan sebuah waktu luang. Aku sengaja memberikan santai yang besar terhadap jiwaku yang malas. Aku mempermainkan waktu, waktu seakan terus mengejarku bahkan meninggalkanku jauh untuk seterusnya. Akan tetapi Aku hanya diam menanti nasib baik yang sememangnya sebuah hasil yang harus diperjuangkan bukan untuk diperkirakan sambil diam bak mengharap bulan kan jatuh pada siang hari. Hari demi hari begitu ceoata kurasakan berganti, sepertinya waktu tak mengenal istirahat dan terus meninggalkan setiap insan yang mencoba bermain dengannya. Sungguh mengerikan sekali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga aku dapat mengeja ketertinggalanku atas waktu yang selama ini mengalahkan asaku. Dan semoga harapanku yang belum terkabulkan dapat kurealisasikan melalui pengejaran waktu ini. Aku takkan mempermainkan waktu lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7059533517163707902-6858104993528506714?l=pasta-sastra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/feeds/6858104993528506714/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/2010/12/mempermainkan-waktu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7059533517163707902/posts/default/6858104993528506714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7059533517163707902/posts/default/6858104993528506714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/2010/12/mempermainkan-waktu.html' title='Mempermainkan Waktu'/><author><name>Bestori Gultom</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7059533517163707902.post-2619631429343245428</id><published>2010-11-19T19:46:00.000-08:00</published><updated>2010-11-19T19:46:46.114-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyesalan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Penyesalan Yang Tak Berujung</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melihat kebelakang jalan kehidupanku yang berliku, serasa berada di jurang kematian, aku sangat menyesali semuanya yang kulakukan, seandainya waktu dapat kuulang maka semua akan kuperbaiki sehingga hasilnya akan berbeda sama sekali dengan apa yang kuterima sekarang.Memang hidup bak air yang mengalir di sungai, semuanya sangat cepat dan bagi mereka yang tidak siap maka kehancuran akan mengahmpirinya. Tak kusangka semua fikiran negatif yang menjadi langgananku dulu kini menghasilkan suatu kondisi kehidupan yang sepi tak berujung. Kapankah semua ini akan berakhir?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berakhir? apakah ini merupakan sebuah lelucon, penderitaan yang kurasakan saat ini merupakan hasil perbuatanku sendiri, mengapa ada penyalahan yan tersebut disini. Ini merupakan perbuatan satu pihak yang hanya bisa dirubah oleh pihak yang melakukan perbuatan tersebut. Tentu saja semuanya bisa berakhir asal saja terdapat sebersik keinginan dalam hati yang dapat memaksa hati berubah pikiran dalam menjalankan kehidupan. Tapi ingatlah ini tidak mudah, butuh perjuangan yang keras sebab yang dihadapi adalah sebuah tembok pendirian yang telah berdiri sejak manusia itu lahir. Bagaimana kau akan merubah pendirian tersebut hanya dengan semalam? butuh bertahun-tahun untuk merubah hal itu, meskipun harapan waktu singkat dapat dipertimbangkan melihat dia adalah yang sosok lemah lembut dan mau menerima perubahan dalam diri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sungguh menyesal rasanya jika Aku mengingat kembali keputusan-keputusan yang telah kubuat di waktu yang lalu. Seandainya waktu dapat diulang kembali aku ubah keputusan tersebut, tapi ini bukanlah sebuah cerita, kenyataan yang pahit sekali lagi menjadikanku seorang yang mempunyai pribadi yang kuat dan berangsur-angsur dewasa. Tak kusangka harga diri yang dulu Aku junjung tinggi tersebut malah menyebabkan banyak problema di kemudian hari. Mengapa Aku begitu sensitif? bukankah setiap manusia pasti punya kekurangan yang suatu saat akan dinilai oleh setiap manusia yang dijumpai. Sepertinya Aku belum siap untuk menjadi orang yang kebal terhadap semua penghinaan, Aku masih terbayang-bayang akan trauma pengalaman hidup masa kecil yang suram. Aku terbawa dengan pendirianku yang tertutup akan perubahan yang pada akhirnya menghasilkan sebuah keadaan yang tidak kuinginkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Biarlah kini penyesalan yang kurasakan hilang, sebab semua telah kuterima dengan ikhlas. Sekarang yang hanya bisa kulakukan adalah bertindak utnuk melangkah lebih maju dari sekarang. Itu bukanlah hal yang susah dilakukan menskipun pada dasarnya harus mempunyai niat yang besar agar semuanya dapat berjalan engan lancar. Aku yakin kesempatan yang baik akan datang kembali menghampiriku, yang harus kulakukan adala bersiap untuk menghadapi kesempatan-kesempatan itu, dan memikirkan keputusan-keputusan yang bagaimana yang harus kukeluarkan. Mudah-mudahan semuanya dapat berjalan dengan baik, Aku yakin fajar kesuksesan akan kulihat dala waktu yang tidak lama lagi. Terima Kasih Tuhan atas segala Kesempatan yang Kau berikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7059533517163707902-2619631429343245428?l=pasta-sastra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/feeds/2619631429343245428/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/2010/11/penyesalan-yang-tak-berujung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7059533517163707902/posts/default/2619631429343245428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7059533517163707902/posts/default/2619631429343245428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/2010/11/penyesalan-yang-tak-berujung.html' title='Penyesalan Yang Tak Berujung'/><author><name>Bestori Gultom</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7059533517163707902.post-2684794475225231240</id><published>2010-11-19T09:15:00.000-08:00</published><updated>2010-11-19T09:15:18.669-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harapan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kembali Ke Desember</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudah saatnya menyiapkan perlengkapan Natal, sebab Bulan Desember sudah di ufuk mata. Aku sangat bahagia bercampur dengan perasaan gelisah dan sedih. Bahagia karena akhirnya tanggal 25 Desember yang menjadi Hari Lahirnya Juruslamat datang lagi, aku dapat mengecap kembali bagaimana rasanya menikmati malam natal. Gelisah karena Ujian Akhir Semester akan segera tiba yang menyebabkan waktu untuk bersantai semakin berkurang, dan sedih karena waktuku di Kampusku yang Ku cinta semakin berkurang dan Skripsiku juga belum tahu nasibnya. Aku bahagia dapat berjumpa kembali dengan Desember.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebahagianku hanyalah Aku yang tahu, bahkan jiwaku tidak dapat menangkap apa arti dan bagaimana bahagia itu bisa datang. Aku hanya berharap di Bulan Desember ini menjadi Bulan yang dapat mengabulkan semua keinginanku. Mungkin terdengar egois, tapi &lt;a href="http://pasta-sastra.blogspot.com/2010/10/apakah-salah-bermimpi.html"&gt;apakah salah bermimpi&lt;/a&gt;? Aku rasa tidak, Aku hanya ingin semakin maju untuk itulah Keajaiban Malam Natal 2010 ini merupakan sumber pengharapanku agar kelak segala mimpiku terkabulkan sebab Aku yakin Tuhan pasti mendengar Doa-Doaku, apalagi di Malam Natal nanti, semuanya bersuka ria merayakan sebuah peringatan akan awal dari adanya Keselamatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jujur Aku sangat sedih harus meninggalkan kehidupanku sebagai Mahasiswa, aku sangat menikmati kehidupan ini akan tetapi hukum alam sememangnya tidak dapat ditolak melainkan harus diterima dengan hati yang terbuka akan perubahan. Semua akan kutinggalkan akan tetapi memori akan masa-masa perjuangan akan tetap melekat dalam memori kepalaku yang paling dalam. Akan kuingat semua teman-temanku dan orang-orang yang telah hadir dalam hidupku. Duka dan suka akan kubuat sebagai bahan cerita untuk anak dan cucuku kelak. Sungguh bahagia rasanya dapat mengecap pendidikan di Perguruan Tinggi,semuanya sangat berbeda dengan suasana SMA,SMP maupun SD, aku sangat tidak nyaman dengan kehidupanku di Ketiga masa-masa pendidikan itu. Tapi semua telah berubah ketika aku pertama kali duduk di bangku perkuliahan. Pola pikirku tentang pendidikan pun turut mengalami perubahan yang positif bahkan Keagamaanu semakin kuat ditambah dengan banyaknya relasi yang kudapat dari pergaulanku di Kampus. Terima Kasih Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bulan Desember merupakan sebuah masa dimana setiap Anak Manusia harus kembali merenungi apa-apa saja yang telah terjadi selama 11 Bulan yang lalu. Hal ini penting sebagai metode untuk menyelesaikan masalah-masalah yang sama yang mungkin akan datang di Tahun yang akan datang. Aku pun mulai kembali merenungi masa-masa yang telah berlalu selama sebelas bulan ini, Aku merasa ada yang hilang dalam hidupku, akan tetapi aku tidak dapat mengungkapkan apa yang hilang tersebut. Yang pasti hal itu merupakan perasaan yang seharusnya kudapatkan dari dulu akan tetapi tidak terjadi. Kekecewaan mendominasi perasaanku satu tahun ini, aku merasa semua perjuanganku tak berujung dan sia-sia. Tapi semua itu bukanlah akhir dari perjuangan sebab akan ada usaha-usaha yang akan kulakukan untuk memenuhi semua keinginanku yang gagak kurealisasikan pada tahun ini. Semoga saja Tahun depan lebih baik keadaannya daripada tahun ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kini aku kembali ke Bulan Desember, kemabali merenung dan kembali bersuka cita sebab Sang Juruslamat datang memberikanku sukacita, sebuah kebahagiaan yang tidak akan kudapat dari siapapun. Aku kembali akan mendengar suara lagu yang merdu bertajuk "Malam Kudus" dan "Jingle Bells", oh betapa indahnya malam natal, membuatkau mempunyai keinginan agar waktu dihentikan pada malam yang suci ini. Aku merasa menangsi jika sudah mendengar lagu Malam Kudus sebab Aku seperti telah mati bertahun-tahun dan dihidupkan lagi pada Malam Natal. Aku serasa sangat hidup di suasana keceriaan Natal, Tuhan Terima Kasih sekali lagi atas anugera ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada Hari ini Malam Tanggal 20 November 2010, aku tidur dengan perasaan yang bercampur aduk,biarlah jika suatu saat Aku kembali membaca postingan ini Aku sudah dalam kondisi yang bahagia, semua harapan dan keinginanku tercapai dan Aku dapat tersenyum Tidur. Bintang cahaya akan datang menyinari kehidupanku di Bulan Desember ini, Aku yakin itu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7059533517163707902-2684794475225231240?l=pasta-sastra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/feeds/2684794475225231240/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/2010/11/kembali-ke-desember.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7059533517163707902/posts/default/2684794475225231240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7059533517163707902/posts/default/2684794475225231240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/2010/11/kembali-ke-desember.html' title='Kembali Ke Desember'/><author><name>Bestori Gultom</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7059533517163707902.post-700792914380951110</id><published>2010-11-19T08:29:00.000-08:00</published><updated>2010-11-19T08:29:23.508-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebodohan'/><title type='text'>Berhenti Melakukan Sebuah Kebodohan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengawali hari dengan memberi sarapan bubur kacang hijau meyakinkanku bahwa akan terjadi hari yang luar biasa untuk hari ini layakanya sedap dan gurihnya bubur kacang hijau tersebut, akan tetapi sepertinya hal itu tidak seperti yang terjadi, kebalikannya semua hancur tapi aku bisa mengatasinya, itu yang menjadi berita baik. Saya rasa kehidupan tidak lebih bertujuan untuk sampai kepada Tuhan dengan mengendalikan diri untuk tidak berdosa. Berdosa yang dimaksud salah satunya adalah bermasalah dengan orang lain, hal itulah yang tidak kusadari sampai sekarang mengapa aku tidak dapat mengendalikan sikapku ketika berbicara kepada orang lain yang pada akhirnya berhasil buruk seperti ini, I’m hurt alot.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku sering berfikir mengapa manusia hanya bisa menghina tanpa mengetahui lebih dahulu apa seluk beluk fakta yang terjadi sebenarnya. Aku merasa sangat kesal dengan perlakuan mereka yang menganggap peryantaanku adalah sebuah lelucon, meskipun begitu aku harus akui bahwa itu adalah kesalahanku. Sikapku yang sok tahu terhadap suatu permasalahan hukum berakibat fatal kepadaku sendiri, yang kutakutkan mereka akan mencapku sedemikian buruk untuk selamanya. Sehingga pandangan orang-orang kepadaku akan berbeda yang berujung pembunuhan karakter akan ku telan mentah-mentah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kini kutahu sepertinya sikap yang sok tahu tidak perlu kutunjukan kepada orang-orang. Sikap ini hanya menjadi sebuah bumerang bagiku yang sewaktu-waktu datang kembali menghunjam dan membunuhku. Aku terpukul dengan dua peristiwa yang terjadi pada hari ini, tidak kusangka dua-duanya mengajarkanku bahwa aku harus bersikap rendah hati. aku tidak bisa selalu menganggap diriku sebagai sosok yang perfek karena pada dasarnya tidak ada manusia seperti tersebut. Semua keinginanku yang mengharapkan setiap orang menganggapku sebagai orang yang super harus kuhapuskan dari kamus hidupku. Kejadian yang baru terjadi telah menjadi guru yang sangat baik dalam mengubah kehidupanku. Dua kejadian bahkan tiga menurutku yang hari ini mucnul secara berturut-turut seakan-akan menjadi pertanda dari Tuhan bahwa kau harus berubah atau selamanya terkubur dalam kehancuran. Aku harus mengaca pada diri sendiri apakah semua yang telah kulakuan benar adanya, aku harus hati-hati dalam mengungkapkan sebuah pernyataan. Jangan semua kata-kata yang keluar dari mulutku menjadi sebuah ungkapan bodoh sebab tidak didukung dengan fakta-fakta, sungguh menyakitkan menyadari bahwa apa yang kupertahankan adalah hal-hal yang bodoh, tidak lebih dari sebuah manipulasi murahan. Pada akhirnya semua menertawakanku yang menurunkan kepercayaan diriku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya baru baca sebuah peribahasa jepang yang berbunyi “Orang yang melakukan kebodohan menunjukannya sekali;orang yang tidak mengakuinya menunjukannya berulang kali”. Peribahasa ini jelas mengingatkan bahwa jika kita mengakui kebodohan yang pernah kita lakukan maka usahakan kebodohan tidak akan kita lakukan di masa yang datang. Kalau kita tidak mengakuinya maka kita pasti akan mengulangi kebodohan-kebodohan yang lainnya. Saya merasa sangat bersyukur karena saya termasuk tipe golongan yang pertama, yaitu mengakui kebodohan serta membuat suatu komitmen untuk tidak melakukannya. Akan tetapi itu hanya sebuah janji, saya harus memastikan bahwa kebodohan tidak akan keluar lagi dari mulut saya. Biarlah kejadian-kejadian ini menjadi sebuah perjalanan cerita dalam hidupku yang akan membetuk sosok dewasa dalam diriku. Terima Kasih Tuhan, saya mendapat pelajaran dari peistiwa ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7059533517163707902-700792914380951110?l=pasta-sastra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/feeds/700792914380951110/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/2010/11/berhenti-melakukan-sebuah-kebodohan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7059533517163707902/posts/default/700792914380951110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7059533517163707902/posts/default/700792914380951110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/2010/11/berhenti-melakukan-sebuah-kebodohan.html' title='Berhenti Melakukan Sebuah Kebodohan'/><author><name>Bestori Gultom</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7059533517163707902.post-1758908528987546611</id><published>2010-11-18T07:15:00.000-08:00</published><updated>2010-11-19T19:52:39.660-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesombongan'/><title type='text'>Sebuah Kesombongan Yang Menghancurkanku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memasuki perkuliahan semester 7 perasaanku sedih sekaligus bahagia, Sedih karena waktuku di perkuliahan akan semakin berkurang bahagia karena dapat bertemu kembali dengan teman-teman lamaku. Memang tidak semua kebahagiaan kudapat dari pertemuan tersebut, paling tidak hal itu mengobati rasa rindu dan kesepianku. Sesuai dengan tabiatku yang tidak pernah berubah sejak dahulu, aku selalu terlambat mengisi KRS(Kartu Rencana Studi) yang berakibat tidak terdaftarnya namaku pada absen perkuliahahn sementara. Akan tetapi hal itu sebenarnya bukanlah merupakan masalah, sebab tidak terlalu berpengaruh mengingat absen tersebut masih bersifat tidak tetap. Meskipun begitu karena sikap malasku yang sering timbul menjelang masuk perkuliahan untuk semester baru, akuy lewatkan beberapa minggu kelas perkuliahan yang mengakibat di beberapa matakuliah yang dipimpin oleh dosen super disiplin, absenku semakin banyak dan mendekati angka yang patut diperhatikan. Akan tetapi sikapku santai dalam menghadapinya, pikirku"kan masih masa orientasi mahasiswa baru" simana pada saat itu memang anak-anak semseter seankatankulah yang mendapatkan jatah untuk "mengerjai" anak-anak baru yang berminat menyemplung di dunia hukum ini. Setelah melewati minggu ketiga akhirnya aku masuk kelas untuk pertama kali dan senangnya seketika kehadiranku disambut bik oleh teman-temanku, Oh Bahagiannya!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi hal tersebut bukanlah yang menjadi inti dari ceritaku, ada sebuah hal yang penting yang dapat menjadi pelajaran bagiku dan manusia lainnya yaitu menghindari kebohongan. Ceritanya begini seminggu sebelum semester 6 berakhir aku telah memamerkan kepada teman-teman saya bahwa tugas akhir perkulihahanku&amp;nbsp; telah kusiapkan. Saya telah mengerjakan skripsi yang menjadi syarat untuk mendapatkan gelar sarjana tersebut. Saya mengatakan kepada teman-teman saya dengan perasaan sombong, hal ini menjadikankan saya seperti lebih hebat daripada mereka. Saya sangat gembira melihat kekuasaan semu tersebut. Tak lama kemudian isu ini menjadi bola salju, ceritanya bergelombang dari mulut ke mulut. Seperti yang kuharapkan banyak temanku kini menanyakan perihal skripsiku yang konon telah kusiapkan tersebut. Aku terus menolak untuk menjawabnya seraya menghindar mendiskusikan hal itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan berjalannya waktu Saya menyadari bahwa isu tersebut membuat saya tidak nyaman, setiap bertemu setiap orang selalu diingtkan perihal teknis pembuatan skripsi. Mereka tidak menyadarei bahwa sebenarnya skripsiku tidaklah spenuhnya selesai, Aku tidak mengerti mengapa informasi yang kuberuikan kepada satu teman berubah drastis ke teman lainnya, mungkin hal ini yang dikatakan &lt;i&gt;miscommunication&lt;/i&gt;. Ketidaknyamananku bertmabah parah ketika Judulku tidak diterima , akan tetapi dapat kuselesaikan dengan mengubah judul akan tetapi masih dengan substnsi yang sama. Masalah tidk juga berakhir setelah judul yang telah diubah diterim oleh kepala Departemen kini pihak perpustakaan yang menjadi pihak pemeriksa apakah ada judl yang sama dengan skripsiku mulai berulah. Merel\ka berpendapat bahwa judul skripsiku terdapat persamaan dengan skripsi yang ditulis oleh seorang mahasiswa angkatan 99, aku tahu siapa mahasiswa tersebut sebab dia adalah mentorku disebuah kelompok keagamaan. Kepala mulai pusing tak tertahankan memikirkan hal ini, aku merasa marah sekaligus mencaci maki habis-habisan pihak perpustakaan yang menurutku sangat tidak kompeten dalam memeriksa judul skripsiku. Pendapatku membentak-benatak bahwa tidak ada persamaan antara judul skripsiku dengan judul skripsi sang kka kelas. Masakan hanya karena terdapa persamaan dua kata, pihak perpustakaan langsung menjustifikasi bahwa judulku merupakan plagiat darijudul sang kaka kelas. Mereka selanjutnya menyarankanku agar Aku mengkonsultasikan hal ini kepada kepala departemen untuk mendapatkan lampu hijau untuk melanjutkannya. Jujur meskipun diberi sebuah pengharapan hatiku enggan untuk melakukannya sebab pada dasarnya di dalam pemikiranku tersirat sebuah gagasan bahwa skrispiku haruslah yang terbaik dan belum ada persamaan di dengan skripsi yang sudah ada. Aku merasa jika Aku melanjutkan jududl ini dan membentuknya menjadi sebuah skripsi, kredibilitasku sebagai mahasiswa aklan tercoreng dan rasa malu akan menyelimuti keberhasilanku meraih gelar sarjana kelak. Tapi hatiku terus bergejolak bagaimana aku dapta menyelesaikan masalah ini, apakah aku harus menemukan judl yang baru atrau tetap bertahan dengan judul yang sudah ada. Rasa bingungku semakin parah dengan adanya informasi bahwa kepala departmen akan diganti dengan orang yang sangat susah diajak kompromi. Aku sangat tertekan, hari-hariku ipenuhi dengan beribu-ribu rasa penasaran. dan Hatiku tidak lelah untuk menemukan judul yang baru walaupun sampai detik ini belum aku dapatkan. Aku tersakiti oleh rasa kesomboi\nganku sendiri. Aku merasa malu dengan orang-orang yang mengaggapku lebih, dan Aku merasa malu dengan diriku yanbg terlalu menganggap diriku lebih hebat daripada orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesobonganku kini telah menjadi bumerang yang telah menghancurkan kekokohan istanaku. Aku termakan oleh kata-kataku yang terlalu meninggikan diri. Jiwaku ingin berontak menyalahkan diri meskipun hati menagis dan berusaha menenangkan pikiran. Aku sadari kini bahwa sesuatu yang belum terjadi sebaiknya jangan dibicarakan terlebih dahulu kalau tidak mau kejadiannya seperti ini. Alangkah baiknya semua rencana besar yang telah disusun matang-matang dirahasiakan baik kepada orang terdekat maupun yang lainnya. Aku kini mendapat pelajaran yang berharga dari peristiwa ini. Kini aku akan menyeleksi sikap banyak omong yang telah tertanam dalam diriku untuk tidak berulah pada masa-masa penting. Aku tiak ingin semua renacan besarku gagal total yang pada akhirnya menghancurkan masa depanku, biarlah rahasia rencana kehidupanku hanya dengan Tuhan saja kuberitahu. Dia-lah yang dapat kupercaya dan memberi kekuatan dalam masa-masa sakitku. Terima Kasih Tuhan atas kekuatan ini, aku tahu semua kejadian dalam hidupku mengandung maksud-maksud yang jawabanya pasti untuk kebaikanku. Biarlah kini aku berjuang merajut asa dan tenaga mengumpulkan lagi semangat-semangat yang tersisa membangun istana yang dulu kokoh berdiri akan tetapi kini hancur rata dengan bumi. Biarlah kubangun kembai istanaku itu dengan harapan baru dan kekuatan baru yang akan menjadikan hasilnya lebih baik. Sehingga kelak akan kusongsong kehidupan yang indah dan bahagia. Amin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7059533517163707902-1758908528987546611?l=pasta-sastra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/feeds/1758908528987546611/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/2010/11/sebuah-kesombongan-yang-menghancurkanku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7059533517163707902/posts/default/1758908528987546611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7059533517163707902/posts/default/1758908528987546611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/2010/11/sebuah-kesombongan-yang-menghancurkanku.html' title='Sebuah Kesombongan Yang Menghancurkanku'/><author><name>Bestori Gultom</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7059533517163707902.post-7098651166670177409</id><published>2010-10-04T04:02:00.000-07:00</published><updated>2010-10-04T04:02:46.884-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bermimpi'/><title type='text'>Apakah Salah Bermimpi?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka bilang hal itu mustahil, tapi apakah itu memang seperti itu?. Apakah salah seorang anak manusia bermimpi untuk dapat maju melangkah ke gerbang keberhasilan. Aku benci orang-orang yang negatif seakan meruntuhkan istana harapan yang telah kubangun sejak dahulu. Tapi apa boleh dikata sememangnya manusia mempunyai hak untuk menilai baik buruknya seseorang meskipun hal itu sangat menyakitkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kekuatan dalam diri harus selalu dikuatkan untuk meraih mimpi akan tetapi selalu jatuh dengan orang-orang negatif yang tak mengenal apa arti mengejar mimpi. apakah ada hak mereka untuk menilai setiap jengkal perjuangan yang telah kuusahakan? apakah itu dibilang sebuah kebebasan berbicara? kebebasan yang justru membuat seseorang terjajah mati terbunuh berdarah-darah. Kapan dunia bisa terhindar dari manusia-manusia super negatif yang menjadikan suasana eden terus bergejolak sehingga para penghuninya gerah ingin pergi tak kembali dengan hati perih sedih terluka dan mati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah air mata pantas terburai oleh karena mereka? setiap tetesnya bukan harga murah untuk dipertaruhkan. Setiap tetesnya yang keluar butuh perjuangan untuk menahan rasa sakit. Setiap tetesnya butuh pertimbangan untuk membuang simpanan dendam yang tertumpuk di lubuk sanubari. Setiap tetesnya butuh perjuangan untuk terus menanam harapan yang runtuh pasac perang batin. Apakah pantas air mata ini keluar?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya sudahlah semua sudah berakhir, dendam telah kusapu, damai dan tentram telah menyirami sanubari. &lt;span style="color: lime; font-size: large;"&gt;SELAMAT TINGGAL MASA LALU! AKU TELAH PERGI MENINGGALKANMU...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7059533517163707902-7098651166670177409?l=pasta-sastra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/feeds/7098651166670177409/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/2010/10/apakah-salah-bermimpi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7059533517163707902/posts/default/7098651166670177409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7059533517163707902/posts/default/7098651166670177409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/2010/10/apakah-salah-bermimpi.html' title='Apakah Salah Bermimpi?'/><author><name>Bestori Gultom</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7059533517163707902.post-5230451062304475837</id><published>2010-04-18T00:52:00.000-07:00</published><updated>2010-04-18T01:12:24.903-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konflik'/><title type='text'>Terik Konflik</title><content type='html'>Kurangnya kepercayaan membuat semua orang mudah salah paham. Hubungan silahturahmi yang telah terjaga sekian lama pun dapat goyah, apabila runtuhnya kasih sayang diantara sesama manusia. Manusia sememangnya sangat identik dengan ego-nya masing-masing, sangat rentan sekali dalam usaha menjaga perasaan orang lain. Mereka selalu menganggap diri mereka paling benar dan harus didengarkan, di satu pihak yang satu merasa kepentingannya dirugikan tanpa memikirkan perasaan yang lain, dan di pihak lain menggap pihak yang satunya lagi keterlewetan benar-benar tidak menghargainya dan sangat keterlaluan dalam melayani sikap-sikap sang lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang Ego dapat membuat orang lupa akan siapa dirinya dan siapa yang telah bekerja keras untuknya dalam usaha menjalankan kehidupannya, bila saja semua itu ada balasnya betapa adilnya dunia ini. akan tetapi hal itu hanya negeri dongeng saja, tapi siapakah yang akan menyelamatkan sang kalah??? hanya Tuhan yang dapat diandalkannya, meskipun ia tahu akan kesalahannya sendiri akan tetapi ia marah dan jiwa memberontak yang sekian lama terpendam didalamnya telah meletus keluar bak Gunung Tambora yang tak kuasa marah hingga menewaskan beribu-ribu jiwa ke Angkasa. Benar, sememangnya hal ini harus terjadi agar dapat menjadikan diriku lebih baik, disiplin dan mudah mengatur kehidupan yang selama ini hancur dan tak beraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku lihat langit setiap hari dan setiap bangun aku mengharapkan bahwa semuanya hanya mimpi akan tetapi aku menyadari semua itu adalah sebuah realita yang tak dapat dihindari. bukankah ini hanya masalah sederhana??? aku bahkan pernah mengalami permasalahan yang lebih parah sebelumnya. aku hanya measakan pahitnya saat-saat ini aku bisa bahagia dalam keadaan seperti ini, biarlah sang bunga menghadiri semerbak wanginya hingga menghibur hatiku yang dilanda luka mendalam perih tak tertahankan. bairlah semua menjadi perubahan yang membelajariku tentang arti sang manusia yang berjuang dan mendapatkan kemenangan pada akhir ujung jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah sudah sore hendaknya aku pulang dan melupakan kegagalan yang mengalahkan api semnagtku yang sebelumnya berkobar-kobar. hati uyang sebelumnya besar kini telah mengecil pertanda kosongnya semangat jiwa yang bertugas memompa kerja kehidupan jiwanya. biarlah ini menjadi pelajaran yang dapat kujadikan sebagai batu loncatan dalam menuju kesempurnaan. Toh mereka adalah Anak-Anak Tuhanku juga sehingga harus kulayani sebagai saudara tercintaku. Terima Kasih Tuhan atas segalanya dan biarlah hal ini menjadi pemacu hidupku meluap-luap.&lt;br /&gt;Aku bisa Menjadi luar biasa!!!!!!!!!!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7059533517163707902-5230451062304475837?l=pasta-sastra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/feeds/5230451062304475837/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/2010/04/terik-konflik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7059533517163707902/posts/default/5230451062304475837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7059533517163707902/posts/default/5230451062304475837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/2010/04/terik-konflik.html' title='Terik Konflik'/><author><name>Bestori Gultom</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7059533517163707902.post-7635841277522943945</id><published>2010-02-18T06:23:00.000-08:00</published><updated>2010-07-05T10:49:10.376-07:00</updated><title type='text'>Hubungan Yang Membaik</title><content type='html'>Memang Tuhan akan menunjukan siapa &lt;a href="http://obbieafri.blogspot.com"&gt;Aku&lt;/a&gt; yang sebenarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7059533517163707902-7635841277522943945?l=pasta-sastra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/feeds/7635841277522943945/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/2010/02/hubungan-yang-membaik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7059533517163707902/posts/default/7635841277522943945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7059533517163707902/posts/default/7635841277522943945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/2010/02/hubungan-yang-membaik.html' title='Hubungan Yang Membaik'/><author><name>Bestori Gultom</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7059533517163707902.post-4796131131015738981</id><published>2010-01-21T03:26:00.000-08:00</published><updated>2010-01-21T03:51:18.026-08:00</updated><title type='text'>Hikmah Air Mata Adalah Semangat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sewaktu kecil saya sering sekali diingatkan bunda bahwa sebagai anak laki-laki tidak boleh menangis. akan tetapi mengapa sebagai manusia saya merasa menangis itu merupakan suatu pemberian Tuhan yang patut disyukuri. Anugerah ini sepantasnya dipergunakan sebaik mungkin. dengan menangis saya merasa lega, semua problema yang saya hadapi dalam kehidupan seperti terlepaskan dari hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup seakan hidup kembali setelah itu, sangat sejuk rasanya pikiran. semua kekhawatiran berubah menjadi harapan tersusun atas semangat berkobar-kobar untuk menang. kekalahan yang semula menyelimuti dan menguasai jiwa kini hanya tinggal puing-puing yang dibayangi oleh kebangkitan perasaan untuk menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah berapa banyak sudah kekalahan atau kegagalan yang membuat saya menangis, akan tetapi justru membuat pribadi menjadi lebih dewasa dan memperbaiki cara pandang menjadi lebih dewasa dan matang. begitu terharu merasakan perasaan ini, sadar akan masa depan cerah akan menyosong membuat jiwa bak disirami oleh embun bunga mawar yang rutin berkunjung pada subuh hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kekuatan dari mana datangnya sehingga setiap saya mengeluarkan air mata, keinginan untuk terus bangkit seakan-akan tak terelakan. semangat yang tak pernah kita rasakan sebelumnya datang berlipat ganda memimpin jiwa untuk terus bertahan dn berjuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangis juga telah terbukti dapat mendekatkan jiwa dan hati dengan Tuhan Yang Esa, pengalaman saya jika ditimpa masalah saya justru lebih khusuk berdoa dan cenderung tersirami oleh sejuknya Kasih Tuhan. Mungkin menangis diciptakan Tuhan agar manusia sadar akan kebutuhan mereka akan kedekatan dengan Penciptanya. Terima Kasih Tuhan untuk segala air mata yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini merasa berlipat-lipat ganda semangat menyonsong hari esok, aku akan berjanji akan berjuang habis-habisan untuk memperoleh sesuatu yang dinamakan kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7059533517163707902-4796131131015738981?l=pasta-sastra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/feeds/4796131131015738981/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/2010/01/hikmah-air-mata-adalah-semangat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7059533517163707902/posts/default/4796131131015738981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7059533517163707902/posts/default/4796131131015738981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/2010/01/hikmah-air-mata-adalah-semangat.html' title='Hikmah Air Mata Adalah Semangat'/><author><name>Bestori Gultom</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7059533517163707902.post-1720843492060500915</id><published>2009-10-31T00:58:00.000-07:00</published><updated>2009-10-31T03:46:37.882-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivation Words'/><title type='text'>Melawan Pelawan</title><content type='html'>Sampai pukul 04.50 Kipas angin terus berputar sendu mengindikasikan orang didalamnya kepanasan butuh suasana yang sejuk. Di atas tempat tidur yang berselimut katun hijau bercorak melati tertidur sesosok manusia yang terlihat bahagia meskipun dihatinya terbalut rasa gagal dan bersalah. Dia asyik dengan permainan dunia yang tersaji lengkap di balik komputer nirkabel yang menjadi sahabat setia dalam suka dan duka. Tiba-tiba dalam pikirannya muncul suara bunyinya persis dengan suaranya. Adapun suarau tersebut seakan mengajak manusia yang hobi menulis ini untuk berbincang-bincang dengannya. Akhirnya mulai perbincangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Suara: Mengapa kau gagal lagi?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aku : Aku tidak gagal, hanya tak dapat mengontrol diriku&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Suara: apa kau gila, itu saja, jangan mencari-cari alasan. apakah kau sudah lupa dengan apa yang terjadi padamu selama ini dan apakah perjanjian diantara kita yang semalam baru saja diperjanjikan sudah hilang dari kamus ingatanmu. sepertinya tak ada yang dapat merubah mu. sememangnya lah dirimu adalah manusia yang bebal!!!&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aku: Aku memang gila, tapi aku tak manusia yang telah hilang harapan . sampai hati kau mengatakan hal itu kepadaku. apakah sudah benci sekali terhadapku. aku tahu aku salah dan aku harus bangkit lagi dari awal, tapi percayalah aku akan bangkit mulai saat ini. akan kulupakan kegagalanku.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Suara: Do it..!!!&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;begitulah perbincangan singkat itu, perbincangan yang mebuat hati seseorang bangkit dari jurang kegagalan untuk naik mendaki harapan-harapan yang terjal menyongsong pucak bukit kemenangan yang terlihat jauh di ufuk angkasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7059533517163707902-1720843492060500915?l=pasta-sastra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/feeds/1720843492060500915/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/2009/10/melawan-pelawan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7059533517163707902/posts/default/1720843492060500915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7059533517163707902/posts/default/1720843492060500915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/2009/10/melawan-pelawan.html' title='Melawan Pelawan'/><author><name>Bestori Gultom</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7059533517163707902.post-3799979804980550070</id><published>2009-10-27T08:25:00.000-07:00</published><updated>2009-10-27T08:40:07.320-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Introduction'/><title type='text'>Enaknya Melahap Dunia Sastra</title><content type='html'>Wah Tak kebayang kapan juga ya bisa jadi penulis besar. Memang bukan suatu impian kacangku untuk menjadi penulis, akan tetapi itu sudah menjadi jalan hidupku( he..he  so melancholic). Karya Tulis menurut pendapat saya merupakan suatu sarana bagi jiwa-jiwa yang menginginkan dunia lampiasan. Bebas untuk  erkspresi dalam seiap keadaan dengan goresan-goresan pena memukau setiap wajah-wajah putih tanda keagungan penciptanya. Kuingin meraih pujian atas setiap ciptaan yang lahir atas ide brilian merengkuh setiap asa yang tak terbendung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan kutuangkan setiap lafaz kehidupan di atas kertas online ini. Semua kulakukan utnuk meneguk kehausanku akan air sejuk penenang jiwa. Kutulis dan kutulis........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7059533517163707902-3799979804980550070?l=pasta-sastra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/feeds/3799979804980550070/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/2009/10/enaknya-melahap-dunia-sastra.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7059533517163707902/posts/default/3799979804980550070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7059533517163707902/posts/default/3799979804980550070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pasta-sastra.blogspot.com/2009/10/enaknya-melahap-dunia-sastra.html' title='Enaknya Melahap Dunia Sastra'/><author><name>Bestori Gultom</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
